egypt
AR
belarus
BE
bulgaria
BG
bangladesh
BN
bosnia
BS
spain
CA
czech_republic
CS
germany
DE
greece
EL
usa
EM
great_britain
EN
esperanto
EO
spain
ES
estonia
ET
iran
FA
finnland
FI
france
FR
israel
HE
croatia
HR
hungary
HU
indonesia
ID
italy
IT
japan
JA
georgia
KA
india
KN
south_korea
KO
lithuania
LT
latvia
LV
india
MR
netherlands
NL
norway
NN
india
PA
poland
PL
portugal
PT
brazil
PX
romania
RO
russia
RU
slovakia
SK
serbia
SR
sweden
SV
ukraine
UK
vietnam
VI
china
ZH

Anak muda belajar secara berbeda dari orang tua

Anak-anak belajar bahasa dengan relatif cepat. Hal tersebut biasanya memakan waktu lebih lama untuk orang dewasa. Tapi anak-anak tidak belajar lebih baik daripada orang dewasa. Mereka hanya belajar dengan cara berbeda. Ketika belajar bahasa, otak harus melakukan cukup banyak hal. Ia harus belajar beberapa hal secara bersamaan. Ketika seseorang belajar bahasa, maka ia tidak cukup hanya memikirkannya. Dia juga harus belajar bagaimana mengucapkan kata-kata baru tersebut. Untuk itu, organ-organ bicara harus belajar gerakan baru. Otak juga harus belajar bereaksi terhadap situasi baru. Ini adalah tantangan untuk berkomunikasi dalam bahasa asing. Namun orang dewasa belajar bahasa secara berbeda pada setiap periode kehidupan mereka. Pada usia 20 atau 30 tahun, orang masih memiliki rutinitas belajar. Sekolah atau belajar tidak terlalu jauh di masa yang lalu. Oleh karena itu otak masih cukup terlatih dengan baik. Sehingga bisa belajar bahasa asing pada tingkat yang sangat tinggi. Orang-orang antara usia 40 dan 50 telah belajar banyak. Otak mereka diuntungkan dari pengalaman ini. Ia dapat menggabungkan materi baru dengan pengetahuan lama. Pada usia ini otak paling baik belajar hal-hal yang sudah familiar. Misalnya, bahasa yang mirip dengan bahasa yang pernah pelajari sebelumnya. Pada usia 60 atau 70 tahun, orang biasanya memiliki banyak waktu. Mereka dapat sering berlatih. Dan itu penting khususnya untuk bahasa. Orang tua belajar menulis bahasa asing dengan sangat baik, misalnya. Seseorang dapat belajar dengan sukses pada setiap usia. Otak masih bisa membangun sel-sel saraf baru setelah masa pubertas. Dan ia senang melakukannya ...

text before next text

© Copyright Goethe Verlag GmbH 2015. All rights reserved.