egypt
AR
belarus
BE
bulgaria
BG
bangladesh
BN
bosnia
BS
spain
CA
czech_republic
CS
germany
DE
greece
EL
usa
EM
great_britain
EN
esperanto
EO
spain
ES
estonia
ET
iran
FA
finnland
FI
france
FR
israel
HE
croatia
HR
hungary
HU
indonesia
ID
italy
IT
japan
JA
georgia
KA
india
KN
south_korea
KO
lithuania
LT
latvia
LV
india
MR
netherlands
NL
norway
NN
india
PA
poland
PL
portugal
PT
brazil
PX
romania
RO
russia
RU
slovakia
SK
serbia
SR
sweden
SV
ukraine
UK
vietnam
VI
china
ZH

Bahasa asli = emosional, bahasa asing = rasional?

Ketika kita belajar bahasa asing, kita merangsang otak kita. Pemikiran kita berubah melalui pembelajaran. Kita menjadi lebih kreatif dan fleksibel. Berpikir kompleks juga lebih mudah untuk orang-orang multibahasa. Memori kita dilatih dengan cara belajar. Semakin banyak kita belajar, semakin baik fungsinya. Mereka yang telah belajar banyak bahasa juga belajar hal-hal lain lebih cepat. Mereka bisa berpikir lebih saksama tentang satu subjek untuk waktu yang lama. Hasilnya, mereka memecahkan masalah dengan lebih cepat. Individu multibahasa juga lebih mudah membuat keputusan. Tetapi cara mereka membuat keputusan juga tergantung pada bahasa. Bahasa yang kita gunakan untuk berpikir mempengaruhi keputusan kita. Para psikolog telah memeriksa beberapa subjek tes untuk penelitian. Semua subjek tes bicara dua bahasa. Mereka berbicara bahasa lain selain bahasa ibu mereka. Para subjek tes harus menjawab pertanyaan. Pertanyaannya ada hubungannya dengan solusi atas sebuah masalah. Dalam proses ini, para subjek tes harus memilih antara dua pilihan. Salah satu pilihan jauh lebih berisiko daripada yang satunya. Para subjek tes harus menjawab pertanyaan dalam kedua bahasa. Dan jawaban berubah ketika bahasa berubah! Ketika mereka berbicara bahasa asli mereka, subjek tes memilih risiko. Tapi dalam bahasa asing mereka memutuskan pada pilihan yang lebih aman. Setelah percobaan ini, subjek tes harus menempatkan taruhan. Di sini juga ada perbedaan yang jelas. Ketika mereka menggunakan bahasa asing, mereka lebih masuk akal. Para peneliti menganggap bahwa kita lebih fokus dalam bahasa asing. Oleh karena itu, kita membuat keputusan tidak emosional, tapi rasional ...

text before next text

© Copyright Goethe Verlag GmbH 2015. All rights reserved.