egypt
AR
belarus
BE
bulgaria
BG
bangladesh
BN
bosnia
BS
spain
CA
czech_republic
CS
germany
DE
greece
EL
usa
EM
great_britain
EN
esperanto
EO
spain
ES
estonia
ET
iran
FA
finnland
FI
france
FR
israel
HE
croatia
HR
hungary
HU
indonesia
ID
italy
IT
japan
JA
georgia
KA
india
KN
south_korea
KO
lithuania
LT
latvia
LV
india
MR
netherlands
NL
norway
NN
india
PA
poland
PL
portugal
PT
brazil
PX
romania
RO
russia
RU
slovakia
SK
serbia
SR
sweden
SV
ukraine
UK
vietnam
VI
china
ZH

Ingatan membutuhkan kata-kata

Kebanyakan orang ingat hari pertama mereka sekolah. Namun, mereka tidak lagi ingat yang sebelum itu. Kita hampir tidak memiliki memori tahun pertama hidup kita. Tetapi mengapa demikian? Mengapa kita tidak bisa mengingat pengalaman yang kita miliki sebagai bayi? Alasannya terletak pada perkembangan kita. Kemampuan bicara dan ingatan berkembang kurang lebih pada waktu yang sama. Dan untuk mengingat sesuatu, seseorang perlu kata-kata. Artinya, ia harus memiliki kata-kata atas apa yang ia alami. Para ilmuwan telah melakukan berbagai tes dengan anak-anak. Hasilnya, mereka menemukan sesuatu yang menarik. Begitu anak-anak belajar berbicara, mereka melupakan segala sesuatu sebelumnya. Karena itu awal kemampuan berbicara juga menjadi awal ingatan. Anak-anak belajar banyak dalam tiga tahun pertama hidup mereka. Mereka mengalami hal-hal baru setiap hari. Mereka juga memiliki banyak pengalaman penting pada rentang usia ini. Meskipun demikian, semuanya menghilang. Psikolog menyebut fenomena ini sebagai amnesia infantil. Hanya hal-hal yang dapat anak-anak sebutkan namanya yang tetap tertinggal. Memori otobiografi mempertahankan pengalaman pribadi. Memori ini berfungsi seperti jurnal. Segala sesuatu yang penting dalam hidup kita dicatat di dalamnya. Dengan cara ini, memori otobiografi membentuk identitas kita. Tapi perkembangannya tergantung pada pembelajaran bahasa asli. Dan kita hanya bisa mengaktifkan memori kita melalui perkataan kita. Dan tentu saja, hal-hal yang kita pelajari sejak bayi tidak benar-benar hilang. Mereka disimpan di suatu tempat di dalam otak kita. Kita hanya tidak bisa mengaksesnya lagi ... – sayang sekali, kan?

text before next text

© Copyright Goethe Verlag GmbH 2015. All rights reserved.