egypt
AR
belarus
BE
bulgaria
BG
bangladesh
BN
bosnia
BS
spain
CA
czech_republic
CS
germany
DE
greece
EL
usa
EM
great_britain
EN
esperanto
EO
spain
ES
estonia
ET
iran
FA
finnland
FI
france
FR
israel
HE
croatia
HR
hungary
HU
indonesia
ID
italy
IT
japan
JA
georgia
KA
india
KN
south_korea
KO
lithuania
LT
latvia
LV
india
MR
netherlands
NL
norway
NN
india
PA
poland
PL
portugal
PT
brazil
PX
romania
RO
russia
RU
slovakia
SK
serbia
SR
sweden
SV
ukraine
UK
vietnam
VI
china
ZH

Bahasa binatang

Ketika kita ingin mengekspresikan diri, kita menggunakan kata-kata kita. Hewan juga memiliki bahasa mereka sendiri. Dan mereka menggunakannya persis seperti kita manusia. Artinya, mereka berbicara satu sama lain untuk bertukar informasi. Pada dasarnya setiap spesies hewan memiliki bahasa tertentu. Bahkan rayap berkomunikasi satu sama lain. Ketika dalam bahaya, mereka membanting tubuh mereka di tanah. Ini adalah cara mereka memperingatkan satu sama lain. Spesies hewan lain bersiul ketika mereka mendekati musuh. Lebah berbicara satu sama lain melalui tarian. Melalui ini, mereka menunjukkan lebah lain di mana ada sesuatu untuk dimakan. Ikan paus membuat suara yang dapat didengar hingga 5.000 kilometer jauhnya. Mereka berkomunikasi satu sama lain melalui lagu-lagu khusus. Gajah juga memberi berbagai sinyal akustik satu sama lain . Tapi manusia tidak bisa mendengar mereka. Kebanyakan bahasa hewan sangat rumit. Mereka terdiri dari kombinasi tanda-tanda yang berbeda. Sinyal akustik, kimia dan optik mereka gunakan. Selain itu, hewan juga menggunakan berbagai gerakan. Saat ini, manusia telah belajar bahasa binatang peliharaan. Mereka tahu kapan anjing senang. Dan mereka dapat mengenali kapan kucing ingin dibiarkan sendiri. Namun, anjing dan kucing berbicara bahasa yang sangat berbeda. Banyak sinyal bahkan memiiki berlawanan. Sudah lama dipercaya bahwa kedua hewan ini benar-benar tidak menyukai satu sama lain. Tetapi sebenarnya mereka hanya salah paham satu sama lain. Itu menyebabkan masalah antara anjing dan kucing. Jadi, binatang bahkan berkelahi karena kesalahpahaman ...

text before next text

© Copyright Goethe Verlag GmbH 2015. All rights reserved.