belarus
BE
bulgaria
BG
bangladesh
BN
bosnia
BS
spain
CA
czech_republic
CS
germany
DE
greece
EL
usa
EM
great_britain
EN
esperanto
EO
spain
ES
estonia
ET
iran
FA
finnland
FI
france
FR
israel
HE
croatia
HR
hungary
HU
indonesia
ID
italy
IT
japan
JA
georgia
KA
india
KN
south_korea
KO
lithuania
LT
latvia
LV
india
MR
netherlands
NL
india
PA
poland
PL
portugal
PT
brazil
PX
romania
RO
russia
RU
slovakia
SK
serbia
SR
sweden
SV
ukraine
UK
vietnam
VI
china
ZH

Bahasa Jermanik

Bahasa Jermanik termasuk dalam rumpun bahasa Indo-Eropa. Kelompok bahasa ini ditandai oleh ciri-cii fonologinya. Perbedaan pada fonologilah yang membedakan bahasa-bahasa ini dari bahasa lain. Ada sekitar 15 bahasa Jermanik. 500 juta orang di seluruh dunia berbicara bahasa-bahasa ini sebagai bahasa ibu mereka. Jumlah pasti bahasa individunya sulit ditentukan. Seringkali itu tidak jelas apakah ada bahasa independen atau hanya dialek. Bahasa Jermanik yang paling menonjol adalah bahasa Inggris. Bahasa ini memiliki 350 juta pembicara asli di seluruh dunia. Setelah bahasa Inggris, yang selanjutnya adalah bahasa Jerman dan Belanda. Bahasa Jermanik dibagi menjadi kelompok-kelompok berbeda. Ada Jermanik Utara, Jermanik Barat, dan Jermanik Timur. Bahasa Jermanik Utara adalah bahasa Skandinavia. Inggris, Jerman dan Belanda adalah bahasa Jermanik Barat. Bahasa Jermanik Timur semuanya telah punah. Bahasa Inggris Kuno, misalnya, masuk dalam kelompok ini. Kolonisasi menyebabkan bahasa-bahasa Jermanik ada di seluruh dunia. Hasilnya, bahasa Belanda dipahami di Kepulauan Karibia dan di Afrika Selatan. Semua bahasa Jermanik berasal dari akar yang sama. Namun entah ada protobahasa yang seragam atau tidak, ini masih belum jelas. Selain itu, hanya ada sedikit teks kuno dalam bahasa Jermanik. Tidak seperti bahasa Romawi, hampir tak ada sumber bahasa Jermanik kuno dari manapun. Akibatnya, penelitian bahasa Jermanik menjadi lebih sulit. Relatif sedikit juga yang diketahui tentang budaya orang-orang Jermanik, atau Teuton. Orang-orang Teuton tidak bersatu. Akibatnya tidak ada identitas bersama. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan harus mengandalkan sumber lain untuk mempelajarinya. Tanpa bangsa Yunani dan Romawi, kita hanya akan tahu sedikit tentang bangsa Teuton!

text before next text

© Copyright Goethe Verlag GmbH 2014. All rights reserved.