egypt
AR
belarus
BE
bulgaria
BG
bangladesh
BN
bosnia
BS
spain
CA
czech_republic
CS
germany
DE
greece
EL
usa
EM
great_britain
EN
esperanto
EO
spain
ES
estonia
ET
iran
FA
finnland
FI
france
FR
israel
HE
croatia
HR
hungary
HU
indonesia
ID
italy
IT
japan
JA
georgia
KA
india
KN
south_korea
KO
lithuania
LT
latvia
LV
india
MR
netherlands
NL
norway
NN
india
PA
poland
PL
portugal
PT
brazil
PX
romania
RO
russia
RU
slovakia
SK
serbia
SR
sweden
SV
ukraine
UK
vietnam
VI
china
ZH

Bahasa Ibu? Bahasa Ayah!

Sebagai seorang anak, dari siapa Anda belajar bahasa Anda? Pasti Anda akan berkata: Dari ibu! Kebanyakan orang di dunia berpikir begitu. Istilah "bahasa ibu" ada di hampir semua negara. Inggris serta Cina sudah familiar dengan istilah itu. Mungkin karena ibu menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak. Tapi studi terbaru telah menunjukkan hasil yang berbeda. Mereka menunjukkan bahwa bahasa kita adalah sebagian besar bahasa nenek moyang kita. Para peneliti memeriksa materi genetik dan bahasa dari suku campuran. Dalam suku-suku tersebut, orang tuanya berasal dari budaya yang berbeda. Suku-suku ini berasal dari nenek moyang yang hidup ribuan tahun yang lalu. Gerakan migrasi besar-besaran merupakan penyebabnya. Materi genetik suku campuran ini dianalisis secara genetik. Kemudian dibandingkan dengan bahasa suku. Sebagian besar suku ini berbicara bahasa nenek moyang laki-laki mereka. Itu berarti, bahasa negara berasal dari kromosom Y. Jadi laki-laki membawa bahasa mereka saat pergi ke negeri-negeri asing. Dan kaum perempuan di sana kemudian mengadopsi bahasa baru dari laki-laki. Bahkan sampai sekarang, ayah memiliki banyak pengaruh pada bahasa kita. Karena ketika belajar, bayi berorientasi pada bahasa ayah mereka. Ayah berbicara lebih sedikit dengan anak-anak mereka. Struktur kalimat laki-laki juga lebih sederhana daripada kalimat perempuan. Akibatnya, bahasa ayah lebih cocok untuk bayi. Kalimat lak-laki tidak membuat mereka kewalahan dan sebagai hasilnya lebih mudah untuk dipelajari. Itulah mengapa anak-anak lebih memilih untuk meniru "Ayah" ketika berbicara daripada "Ibu". Kemudian, kosakata ibu membentuk bahasa anak. Dengan cara ini, ibu mempengaruhi bahasa kita, begitu juga ayah. Jadi seharusnya disebut bahasa orang tua!

text before next text

© Copyright Goethe Verlag GmbH 2015. All rights reserved.