egypt
AR
belarus
BE
bulgaria
BG
bangladesh
BN
bosnia
BS
spain
CA
czech_republic
CS
germany
DE
greece
EL
usa
EM
great_britain
EN
esperanto
EO
spain
ES
estonia
ET
iran
FA
finnland
FI
france
FR
israel
HE
croatia
HR
hungary
HU
indonesia
ID
italy
IT
japan
JA
georgia
KA
india
KN
south_korea
KO
lithuania
LT
latvia
LV
india
MR
netherlands
NL
norway
NN
india
PA
poland
PL
portugal
PT
brazil
PX
romania
RO
russia
RU
slovakia
SK
serbia
SR
sweden
SV
ukraine
UK
vietnam
VI
china
ZH

Belajar dan emosi

Kita merasa senang saat bisa berkomunikasi dalam bahasa asing. Kita bangga dengan diri kita sendiri dan kemajuan belajar kita. Di sisi lain, jika kita tidak berhasil maka kita meraasa kesal atau kecewa. Dengan demikian, perasaan berbeda demikian terkait dengan belajar. Studi baru telah sampai pada kesimpulan yang menarik. Hasil studi menunjukkan bahwa perasaan berperan selama belajar. Karena emosi kita mempengaruhi keberhasilan kita dalam belajar. Belajar selalu menjadi "masalah" bagi otak kita. Dan ia ingin memecahkan masalah ini. Sukses atau tidak tergantung pada emosi kita. Jika kita percaya kita bisa memecahkan masalah tersebut, kita percaya diri. Kestabilan emosi ini membantu kita dalam belajar. Pikiran positif meningkatkan kemampuan intelektual kita. Di sisi lain, belajar di bawah tekanan tidak bekerja dengan baik. Keraguan atau kehawatirkan menghambat kinerja yang baik. Kita belajar denga buruk saat kita merasa takut. Dalam hal ini, otak kita tidak dapat menyimpan materi baru dengan sangat baik. Oleh karena itu, penting untuk selalu termotivasi ketika belajar. Jadi emosi mempengaruhi belajar. Tapi belajar juga mempengaruhi emosi kita! Struktur otak yang memproses fakta juga memproses emosi. Jadi belajar dapat membuat Anda bahagia, dan orang-orang yang merasa bahagia belajar lebih baik. Tentu saja belajar tidak selalu menyenangkan; ia juga bisa membosankan. Untuk alasan inilah kita sebaiknya selalu menetapkan tujuan yang kecil. Dengan demikian, itu kita tidak akan membebani otak kita. Dan kita juga menjadi yakin bahwa kita akan dapat memenuhi harapan tersebut. Kesuksesan kita selanjutnya menjadi hadiah yang memotivasi lagi untuk belajar. Jadi: Belajarlah sesuatu - dan tersenyumlah saat Anda melakukannya!

text before next text

© Copyright Goethe Verlag GmbH 2015. All rights reserved.